Home > Integrated Digital > 3 Kunci Penghalang Integrated Digital Marketing

3 Kunci Penghalang Integrated Digital Marketing

Penghalang

Kegagalan integrated digital marketing, atau kampanye terintegrasi di digital seringkali kurang disadari oleh para pemilik brand atau marketer. Kita menganggap bahwa digital hanya kumpulan kanal yang harus dicoba tanpa mengetahui apa peran dan fungsinya. Menurut Alex Heaton dari Smart Insight ada 3 penghalang integrated digital marketing yang perlu dikenali sejak awal, sebelum melakukan kampanye. Apa saja itu?Menurut Smart Insight, berdasarkan riset yang dijalankan bersama TFM&A, 56% bisnis mendeskripsikan upaya kampanye onlinenya sebagai upaya yang tidak konsisten, hanya menyentuh dasarnya saja dan tidak memberikan dampak yang berarti. Hanya 44% yang percaya terhadap kontribusi digital marketing atas strategi marketing secara keseluruhan.

Dengan kata lain, kampanye yang terintegrasi dan efektif masih memiliki ruang yang banyak untuk perbaikan. Kita kenali dulu 3 penghalan utama dalam menghadapi tantangan integrated digital marketing.

Penghalang 1, kurang perencanaan

Tidak bisa dipungkiri bahwa di masa depan, setiap effort marketing akan bersentuhan dengan teknologi. Namun pada prakteknya, digital sering diperlakukan sebagai marketing yang berdiri sendiri, terlepas dari strategi marketing secara keseluruhan. Kita melakukannya dengan hit and run. Ditambah dengan kurangnya pemahaman alat ukur untuk menakar keberhasilan atau kegagalan kampanye digital.

Penghalang integrated digital marketing

Penghalang 2, tim bekerja secara terisolasi dan kurang terkoordinasi

Ada resiko saat divisi digital marketing merupakan divisi terpisah yang bekerja sendiri. Akan terjadi perebutan prioritas, bahkan komunikasi yang tidak sinkron terhadap calon pelanggan.

Tanveer Naseer (@TanveerNaseer) punya beberapa tips manajemen bagaimana strategi digital dapat dikomunikasikan dengan lebih baik:

  1. Tonjolkan bahwa kesalahan/kegagalan merupakan kesempatan untuk pembelajaran dan perbaikan
  2. Komunikasikan tujuan umum terhadap semua divisi
  3. Arahkan semangat kompetisi untuk mengejar target eksternal
  4. Dorong fleksibilitas lebih besar diantara tim
  5. Bangun kepercayaan divisi lainnya terhadap divisi digital

Penghalang 3, kompetisi antar agency

Kehadiran digital yang relatif mengganggu kue agency konvensional, memaksa persaingan antar agency. Agency ATL menyebut ATL-lah yang punya peran paling besar. Demikian juga dengan ego BTL dan digital sendiri. Ini menyebabkan kadang komunikasi tidak terintegrasi. Masih banyak iklan yang tidak menyebutkan alamat website atau facebook fan page, atau akun twitter di akhir frame. Dan poster-poster, billboard berdiri sendiri.

Lalu apa yang harus kita lakukan sebagai pemilik brand atau marketer? Tentu saja masalah-masalah di atas bisa dianggap sebagai puncak gunung es di mana dibawahnya ada cukup banyak permasalahan lainnya. Namun potensi digital sebagai kanal marketing terlalu besar untuk diabaikan sehingga hal-hal semacam ini patut dikenali oleh kita semua.

Sumber: http://www.smartinsights.com/traffic-building-strategy/integrated-marketing-communications/integrating-digital-marketing-199/

Leave a Reply