Home > Case Studies > Konvergensi, Salah Satu Digital Marketing Trend 2015

Konvergensi, Salah Satu Digital Marketing Trend 2015

konvergensi media

Menurut prediksi Marketing Sherpa, konvergensi adalah salah satu digital marketing trend yang patut dilirik di 2015. Konvergensi berarti upaya marketing menjadi konvergen, saling mengisi, antara marketing, teknologi dan produksi. Dan ini semakin tidak terlihat peran masing-masing baik antara pemilik brand, marketer dan agency. Berikut beberapa contohnya:

Curve oleh Getty Images

Getty Images adalah perusahaan penyedia stok foto. Di akhir tahun 2015, mereka meluncurkan Curve, yang didesain untuk memberikan inspirasi dan advis dalam menggunakan bahasa visual serta insight bagi pengembangan strategi brand milik pembacanya. Layanan ini konvergen dengan layanan utamanya sebagai penyedia gambar. Mereka mengembangkan konten, seputar produk yang mereka miliki.

curves-by-gettyimages

Red Bulletin dari Red Bull

Sejak 2007, Red Bull meluncurkan Red Bull media house yang bertugas memproduksi seluruh materi marketing dari Red Bull. Semenjak itu mereka agresif membuka kanal via Youtube, yang memiliki 3.7 juta pelanggan. Beberapa video yang mereka produksi, sempat menjadi viral seperti Felix Baumgarten Supersonic Free Fall, dan Dany MacAskill way back home. Red Bulletin merupakan upaya mereka dibidang cetak, disebarkan dalam format PDF dan sirkulasi mencapai 2.2 juta. Di bidang konvergensi dalam content marketing, bisa dibilang Red Bull salah satu rajanya.

red-bulletin

Dari dua contoh di atas, bagaimana kita sebagai pemilik brand dapat mengoptimalkan konvergensi media? Berikut beberapa tipsnya:

  1. Konten berkualitas adalah keharusan
    Dalam dunia digital, konten adalah raja. Semakin banyak kontennya, semakin berkualitas maka akan semakin memperkokoh strategi marketingnya.
  2. Tidak menempatkan produk sebagai sentral, namun pelangganlah pusatnya
    Menurut Mark Collier dari Red Bull, kunci yang selalu mereka pegang adalah seluruh materi, komunikasi dan effort marketing adalah bagi pelanggan dan apa yang penting bagi mereka. Produk merupakan hal yang sekunder, pendukung dalam segala aktivitas mereka.
  3. Manfaatkan seluruh media yang ada dengan fungsi masing-masing
    Fungsi masing-masing kanal dalam digital harus dipahami. Social Media sebagai alat bercakap-cakap. Website sebagai playground, ujung

Leave a Reply